Kamis, 21 Maret 2013

Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un :')


Berpulangnya ibunda tercinta ke sisi Allah SWT telah menorehkan tinta kesedihan yang mendalam dihidupku..
Baru kali ini, aku memberanikan diri untuk menulis sepenggal kisah sedih yang selama ini telah kusimpan rapat-rapat..

Hari itu, tanggal 13 mei 2012, tepat pukul 4 subuh mendadak aku mendapat telepon dari kakak ke-2 ku yang bernama Hai. Tanpa ada firasat apapun, diriku yang masih setengah sadar segera mengangkat handphone yang berdering itu.

Begini sepenggal kisahnya..
Ka Hai : “Assalamu’alaikum”
Aku menjawab : “Wa’alaikumussalaam”
Ka Hai : “Adek sayang, pagi ini pulang ke balikpapan yaa.. Mama mau ketemu sama kamu. Setengah jam lagi adek dijemput Kak Aldo ya, nanti tiket pesawatnya biar kak Aldo yang ngurus.”
Suara kakakku yang tidak memperlihatkan adanya perasaan sedih sama sekali ini membuatku merasa tenang-tenang saja, tidak ada firasat sekalipun yang muncul.
Lalu aku menjawab : “Loh kak, kan adek udah pesen tiket hari kamis. Kok jadi pulang sekarang sih? Kan besok adek masih kuliah, masa’ adek bolos sih? Kenapa ga sekalian aja hari kamis? kan jum’at n sabtunya juga libur?.”
Ka Hai : “ Ya ampun adek, mama katanya kangen, mau ketemu adek hari ini juga. Pokoknya adek siap-siap sekarang ya sayang, Kak Aldo udah kakak telepon dari tadi, katanya udah on the way. Makanya mandi, shalat subuh, trus packing sekarang, cepet loh ya!”.
Aku : “ Oh gtu, Ya udah deh adek mau mandi dulu lah. Disini blum adzan kakak.”
Ka Hai : “ Oke, sip. Ntar klo ada apa-apa telepon kakak aja yaa..”
Aku : "Yaa sip, makasih ka.."  
Ka Hai : “Assalamu’alaikum.”
Aku : “Wa’alaikumussalaam.”

Singkat cerita, setelah Kak Aldo dan Teriosnya muncul dihadapanku, aku langsung menyapanya. Tak lupa, Kak Aldo dengan sigap mengambil koperku dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil.

Perbincangan hangat terjadi antara aku dan teman kakakku yang sudah ku anggap sebagai calon kakak iparku itu.

“Eh kak, kakak td bangun jam berapa? Maaf ya kak jadi ngrepotin kakak.. kakak kok baik banget sih mau-maunya pagi-pagi buta n dingin-dingin gini nganterin aku ke bandara haha.” Kataku.
“ Haha, tadi kakak tuh ga tidur dek.. Soalnya tadi jam 2 malam ada yang nyolong motornya temen kakak, makanya kakak bela-belain ga tidur buat nolongin nyariin motornya. Siapa tau pencurinya masih berkeliaran di sekitar jogja. Tadinya sih kakak lagi ngerjain tugas,Fil. Eh tapi kasian kan temen kakak, siapa coba yang nolongin klo bukan temen-temennya?. Dia itu orangnya baik fil, sering solat di masjid loh, tapi kok cobaannya berat banget ya, motornya dicuri orang segala?”. Padahal dia orang yg kurang mampu juga..” kata Kak Aldo.

“Yaa ampun kak, kasian banget ya temennya kakak tuh.. trus motornya udah ketemu belum kak? Smoga ada hikmah nya lah.. Tuhan itu kan Maha Adil, Pasti dapet ganti yang lebih baik, Insya Allah.. Smoga aja dia sabar ya hehe”

“Nah itu dia, Fil. Motornya ampe sekarang blom ketemu.. Gimana yaa. Tadinya sih mau lapor polisi, tapi temen kakak bilang udah ga usah, klo emang udh dicari ga ketemu juga, Yaa apa boleh buat di-ikhlasin aja lah katanya, Yaa smoga Tuhan mengganti yang lebih baik lah yaa, Aamiin.. Kata Kak Aldo.

“Nah ini kita mau kemana kak Aldo? Kok arahnya bukan ke bandara?” Kataku.
“Oh iya fil lupa bilang hehe ini kita ke tempat Kak Risdan dulu ya, nanti dia ikut mau ngurus tiket kamu juga. Kan tiketmu yg hari kamis itu mau di-cancel biar diganti hari ini (minggu)”. Kata Kak Aldo
“Oh gtu, Oke kak..” jawabku.

Singkat cerita lagi, Aku dan Kak Aldo sudah sampai di rumah Kak Risdan. Kak Risdan adalah saudara ipar dari sepupuku. Ya, bisa dibilang kami masih punya hubungan keluarga lah. Setelah sampai di rumah Kak Risdan ini, aku langsung berpamitan dengan ibunya. Setelah aku bersalaman dengan ibu Kak Risdan, beliau lalu mencium pipiku. Entah mengapa dia terlihat sedih dan berucap “Hati-hati ya nak”. Tapi sekali lagi, aku masih tidak punya firasat apa-apa. Aku hanya dapat berkata, “Iya tante, makasih ya..” sambil melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobil.

Selama perjalanan kami ke airport, Kak Risdan dan Kak Aldo sejak tadi tidak terlihat sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Mereka terlihat biasa-biasa saja. Malah kami sempat bercanda di dalam mobil.

Sesampainya di adi sutjipto, Kak Risdan dan Kak Aldo segera ke loket pembelian tiket untuk men-cancel tiketku yg hari kamis dan menggantinya dengan hari keberangkatanku.
“Fil, kamu tunggu disini aja ya. Ntar kopernya biar aku yang check-in in.” Kata Kak Aldo.
“Wah serius nih kak? hehe Oke deh kak, makasih ya..” Kataku.

Sesudah mengambil tiket, Aku langsung berpamitan dengan Kakak-kakak superheroku ini.. hehe
“Kakak, fila pamit ya.. Mau ketemu mama dulu hehe, katanya mama pengen ketemu ama fila. Nah, nanti kalo fila udah nyampe ke Balikpapan, fila mau ngehibur mama biar mama cepet sembuh”. Kataku.

Singkat cerita, akhirnya Aku tiba di Balikpapan dan disambut pelukan hangat oleh kakak ke-2 ku. Om ku yang bernama Taufiq juga ikut menjemputku. Di raut wajah mereka tidak terlihat perasaan sedih sama sekali. Makanya aku tidak curiga kalau-kalau terjadi sesuatu dengan mama di ruang ICU.  

Di perjalanan, aku merasa ada sesuatu yang aneh..
“Loh, kak kok ga langsung ke rumah sakit aja sih? Kan fila pengen ketemu mama, nge-hibur mama biar mama cepet sembuh.” Kataku.

Kakakku terdiam sejenak..
Lalu didekap dan dipeluknya tubuhku dengan erat,
“Adek sayang, yang kuat ya.. Mama udah ga ada sayang.”
Seketika itu air matanya mulai menetes, seakan tak mampu menahan rasa bersalahnya padaku.
Lalu dengan lembut dia mengelus kepala dan pundakku.. "Sabar ya sayang, Mama itu udah tersiksa banget sakitnya.. kasian kan mama klo pake alat-alat di ruang ICU terus, jadi lebih baik mama diambil sama Tuhan dan skrg pasti mama sudah tenang di sisi Allah SWT"

“Kakak, kenapa ga bilang dari awal? Airmataku mulai menetes, dan aku tutup mulutku seakan tidak percaya. Aku usap airmataku yang mengalir deras, Masih tak percaya. Mama telah diambil Tuhan. Telah kembali di sisi-Nya.. Dadaku rasanya sesak seperti terhantam benda tumpul.. Tak mampu lagi berkata-kata. Tak mampu lagi berpikir. Pikiranku hanya tertuju kepada mama. Mamaku yang lembut hatinya itu telah berpulang lebih dulu ke sisi-Nya.
Sedih.
Pilu.
Rasa Tak Percaya.

Singkat cerita,
Kami hampir tiba di rumah.
Dari kejauhan aku disambut dengan raut wajah sedih dari kakak iparku beserta orang” yang berkumpul di luar rumah.
Aku juga melihat ada beberapa tenda di luar rumah.
Lalu, Aku mulai melangkah masuk ke rumah..
Aku kuatkan hatiku, Bismillah...
Aku melihat keluarga, kerabat dekat maupun jauh, para tetangga dan teman ayah maupun ibu sudah memadati lingkungan luar maupun ruangan dalam rumah kami.
Banyak sekali orang-orang yang berdatangan ke dalam rumah kami saat itu.
Banyak orang berkumpul di luar maupun di dalam rumah.
itulah pemandangan yang aku rasakan.
Masih Tak Percaya.
Tak mampu tersenyum, namun tetap tegar.
itu yang aku bisa sejauh ini.

Segala puji bagi Allah,
Aku melihat ibuku yang sudah terbujur kaku itu tersenyum..
Ya, almarhumah ibuku meninggal dalam keadaan tersenyum..
seakan nyawa yang telah diambil Tuhan itu memang sudah tenang disisi-Nya..
Kami yang ditinggalkan menjadi lebih tabah dan kuat setelah melihatnya..

Alhamdulillah, aku bersyukur masih sempat memandikan almarhumah ibuku yang cantik dan putih ini,
masih sempat menciumi kening dan pipinya yang bersih dan berseri tanpa berderai airmata..
tetapi saat mensholatinya aku tak kuasa menahan isak tangis..
aku juga mengantarkan jenazahnya sampai ke liang lahat untuk ikut menguburnya..
dan mendoakannya dengan sepenuh hati..

Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un
Untuk ibu yang lebih dulu dipanggil Allah,
Tiada yang paling rindu,
Tiada yang paling pilu,
selain hatiku,
Andai engkau tau..

Dengan segala jatuh-bangunnya cerita kehidupanku,
kini setelah ibu berpulang,
aku sedikit berubah,
yang biasanya aku slalu berbagi kisahku denganmu,
setiap malam mungkin tiada yang tau apa yang aku lakukan,
aku hanya menyanggupi keinginanku untuk selalu mendoakanmu..
Yang ada hanya airmata yang menetes di atas mushafku,
Yang ada hanya lantunan surat Yaasin beserta doa-doa untukmu,
Yang ada hanya mukena yang basah karena mengusap airmataku,
Ditemani dengan sajadah, Aku berucap doa untukmu..

Mereka tidak mengerti,
Ada yang hilang dari jiwaku,
Engkau yg selalu menjadi pendengar setiaku,
malaikat tak bersayap yang berhati putih,
kini telah tiada,
Kini malam menjadi sendu,

Yang aku ingin,
Semoga Allah selalu menemani hatiku,
menuntun jiwaku,
dalam kerinduan yang mereka tidak pernah mengerti rasanya,
Untuk yang tercinta,
Almarhumah ibunda yang tutup usia 53 tahun,  
"Oh bunda ada dan tiada dirimu ‘kan slalu ada dihatiku.."

Kupersembahkan doa ini untukmu, Laila Murni binti Muhammad Rifanie :

"Allahummaghfirlaha...warhamha...wa'afiha...wa'fu'anha...wakrim nuzulaha...wawasi'madkhalaha...waghsilha bilmai wassalji walbaradi...wanaqqiha minalkhataya kama yunaqqa tsaubulabyadi minaddanasi wabdilha daran khairan min dariha...wazaujan khairan min zaujiha..waqiha fitnatalkabri wa'azabannar."

(Ya Allah ampunilah dosa-dosa ibuku...rahmatlah ibuku..beri maaflah ibuku...muliakanlah tempat ibuku...luaskanlah tempat kembali ibuku..jauhkanlah ibuku dari fitnah qubur dan azab neraka)

Semoga ibunda diterima disisi Allah dengan segala kerahmatan Allah....
Semoga kami, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan dan keberkahan..
insya Allah, kita akan bertemu kembali dan hidup bersama-sama lagi di surga-Nya..
Aamiin Yaa Rabb :)


Jumat, 14 Desember 2012

Ketika Muslimah Jatuh Cinta...


Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh...

Alhamdulillaahirabbil’aalamiin..
Sobat, senang sekali rasanya saya bisa berbagi cerita mengenai indahnya islam yang sudah saya dapatkan pada hari ini tanggal 14 desember 2012, smoga bermanfaat dan menjadi ladang amal bagi kita di Surga-Nya kelak, Aamiin 

Tulisan saya kali ini membahas soal HATI dan CINTA dalam PERSPEKTIF ISLAM, wow ‘so sweet’ :D

Ya, saya juga tidak tahu mengapa hari ini saya begitu bersemangat untuk mengikuti “KORMA” (Kajian for Muslimah) yang diselenggarakan oleh CMIA FKUII (Center for Medical Islamic Activities) pada saat kaum adam sedang melaksanakan shalat jum’at atau jum’atan di masjid..

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat keimanan dan keislaman sehingga hati saya tergerak untuk menuju ruang preklinik lantai 2 di FKUII siang itu bersama ukhty-ukhty yang lain untuk mendengarkan dan menyimak kajian yang bertemakan “Ketika Muslimah Jatuh Cinta”  
hmmm.. pembicaranya? Jgn ditanya.. tentunya oke banget : Mba Tita Al Khansa dari Psikologi.. SUPER deh pokoknya :D

Oke, langsung aja ke resume kajiannya n rangkuman artikel dari mba Tita yaa...
Sebenarnya CINTA itu mulanya adalah FITRAH, tak ada yang salah dengan cinta. Yang salah hanyalah pelaku cinta yang menjadikannya berwarna, ternoda.

Apa itu cinta ??
CINTA SEJATI itu semangat untuk memberi, selalu ingin melindungi dan memberi keleluasan pada yang dicintai. Ia BUKAN NAFSU untuk MEMILIKI, bukan juga pengekangan. Cinta di tangan orang-orang beriman, ia akan menjadi kekuatan, mengubah keegoisan menjadi kebijakan. Seperti Muawiyah yang memberikan kebebasan kepada istrinya, seorang gadis Badui, untuk pergi meninggalkannya dan menikah dengan kekasihnya. Seperti Umar bin Abdul Aziz yang memberikan kesempatan pada orang lain untuk menikahi orang yang dicintainya, Seperti Salman Al Farisi yang mengikhlaskan gadis yang hendak dipinangnya pada saudaranya.

So, gimana dong klo kita JATUH CINTA??
Berhati-hatilah ketika mengatakan “Aku mencintaimu”. Kata-kata itu sama artinya dengan ‘Aku akan selalu memberimu kebahagiaan, aku akan bersungguh-sungguh menjagamu, akan mempertaruhkan jiwa ragaku untukmu.’ Itulah pertanggungjawaban.

Lantas klo kita jatuh cinta, sanggup kah kita mempertanggungjawabkan rasa itu? Bertanggung jawab untuk mengikat dalam akad yang diridhoiNya. Atau kita hanya ingin mengumbar nafsu? Bukan, bukan rasa itu yang keliru. Tapi reaksi kita yang kadang menuju cinta semu. 

Jadi??
Klo kita belum siap mempertanggungjawabkan rasa itu, PENDAMLAH RASA ITU. Untuk apa kita ungkapkan? Bukankah jika dia menolak, hati akan terluka. Tapi klo cinta bersambut, pintu fitnah akan siap terbuka. Ke manakah akhirnya cinta tanpa pertanggungjawaban? 

Trus gimanaa dengan PACARAN??
Sobat, tak ada jaminan pacaran bertahun-tahun maka akan berakhir di pelaminan. Tak ada jaminan juga bahwa dengan pacaran akan cepat beradaptasi setelah menikah. Apalagi jaminan pernikahannya akan langgeng, tak ada!

Aktivitas pacaran jelas MENDEKATI ZINA. Emosi dan nafsu birahi berkumpul disana. Seberapapun kuat keimanan seseorang, syetan akan terus menggodanya untuk melakukan dosa pada saat berkencan, bertemu dengan pacarnya. 

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.” (Q.S. Al Isra : 32)
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi dengan wanita yang tidak didampingi muhrimnya, sebab bila demikian syetanlah yang menjadi pihak ketiganya.” (HR. Ahmad)

Terkadang ada yang MENYANGKAL..
Hmmmm.. kami ga pacaran kok, cuma berjanji untuk saling menunggu.. Sobat, cinta tak kenal siaran tunda. Penantian hanya akan mengotori hati.  Segera putuskan untuk mengambil kesempatan atau ikhlas melepaskan. Menunggu hanya menyiksa kalbu.

Atau begini.. “Kami saling mengikhlaskan, yakin bahwa klo jodoh kelak kami akan bertemu, kami hanya menyambung silaturohim, sekedar chat via FB, smsan, telfonan, dan tak pernah ketemuan langsung.” Yakin niatnya lurus hanya ingin menyambung tali silaturohim? Apa isi obrolan di telepon, sms atau chat? Yang dilarang Allah itu mendekati zina, sob... Meskipun menolak disebut pacaran, toh juga berkhalwat, komunikasi intim dua insan lawan jenis dengan perantara apapun.

Yakinlah Muslimah, banyak kerugian yang akan kita tanggung ketika berpacaran. Bukan hanya murka Allah, tapi juga kerugian duniawi. Pernahkah kita berfikir, bahwa suami kelak akan bertanya “Pernahkah kamu mencintai laki-laki selain aku? Berapa kali kamu pacaran? Apa saja yang telah kalian lakukan selama pacaran? Lalu merenunglah, relakah kita memiliki pendamping hidup yang pernah disentuh orang lain apalagi menyerahkan jiwa raganya untuk orang lain?



Ketika kita SIAP MENIKAH..??
Tidak pacaran bukan berarti tidak bisa menikah. Yakinlah, Allah telah menyediakan pasangan untuk kita. Cara yang baik untuk bertemu pasangan terbaik. Pernikahan itu suci, maka jalan menuju pernikahan pun harus suci. Jangan bermimpi membangun rumah tangga sakinah jika jalan yang kita tempuh salah dan penuh maksiat.

Lalu? Buatlah Deadline kesiapan kita untuk menikah, Menyegerakan bukan berarti tergesa-gesa, kawan... 

PERHATIAN!!!
1. Ikhthiar
Mencari pendamping hidup bisa melalui: 

a.       Diri sendiri : Rentan dengan fitnah, karena tidak ada yang mendampingi. Penilaian terhadap ‘dia’ juga menjadi subyektif.

b.      Teman : Secara kematangan emosi, mungkin teman kita masih kurang sehingga perlu hati-hati juga jika mencari pasangan melalui teman. Jika ingin meminta bantuan teman untuk mencarikan pasangan, usahakan teman yang sudah menikah dan memiliki pemahaman agama yang baik.

c.       Orang tua : Apakah ortu kita memahami arah hidup kita? Jika jawabannya ya, orang tua sangat mungkin mencarikan pasangan. Namun, jika ortu belum memahami fikroh kita, utarakan detail kriteria seperti apa yang kita inginkan.

d.      Guru ngaji/Ulama : Meski bukan saudara kandung, guru ngaji insya Allah memahami fikroh, karakter dan arah hidup kita. Sampaikanlah secara jujur keinginan kita, Beliau lebih paham dengan proses ta’aruf dan adab-adabnya.

2. Memilih, tidak ada paksaan
Seorang gadis memiliki hak memilih. Tidak ada paksaan dalam menentukan pasangan hidup.

3. Realistis dan obyektif
Boleh-boleh saja kita bermimpi memiliki pasangan setampan Muhammad, selembut Abu Bakar, sekaya Utsman, seteguh Umar dan secerdas Ali. Hehe.. tapi adakah manusia pada zaman sekarang yang sesempurna itu? Cobalah realistis dan obyektif. Mungkin ada ikhwan yang tampan dan lembut, tapi kurang mapan. Ada juga yang sholeh dan mapan, tapi kurang rupawan... Obyektiflah menilai diri sendiri, sehingga kita juga obyektif menilai orang lain..

4. Boleh mencari informasi melalui orang terpercaya tentang ‘dia’
Hati-hati ketika mencari informasi, samarkanlah tujuan kita sehingga sumber informasi tidak curiga terhadap sikap kita, Hal ini penting untuk menjaga izzah masing-masing.

5. Mohon petunjuk dari Allah
Semua rahasia itu ada di tangan Allah. Mintalah petunjuk dari-Nya, siapa pasangan terbaik untuk kita. Panjatkan doa dalam sujud-sujud kita. Lakukan istikhoroh sampai hati kita menemukan kemantaban dan kecenderungan.. Jangan memaksa Allah jika berdoa, yakinlah Allah tahu yang terbaik.

Tapi kalo BELUM SIAP MENIKAH?

Gimana sih CARA untuk menjaga HATI kita dari hal” yang mendekati zina ?

1. Salurkan energi-energi ‘CINTA’ kita ke hal-hal yang positif misal: ikut kegiatan yang positif sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah (ikut kegiatan sosial, kajian, pengajian, seminar, acara kepanitian, dll) 

2.  TAHAN SMS-an dgn si ‘dia’ , jgn sampai terkirim sms ke no.hp si ‘ikhwan’. Klo pengen smsan? Kirim aja sms ke teman” akhwat ttg motivasi, puisi, dll (utk saling mengingatkan dlm hal kebaikan/agama)

3. Salurkan CINTA kita ke teman” akhwat yg lain, org tua atau saudara” kita dengan melakukan hal-hal kebaikan yang membuat mereka senang. 

4. Mempertebal iman kita. Dekatkan diri dengan SANG PEMILIK HATI KITA, Siapa yang mempunyai hati kita? Tentu Allah SWT. 

5.Yang terakhir, Ingatlah bahwa ada yang selalu mengawasi tingkah laku kita : ALLAH SWT.

wallahu alam bishawab.. Semangat menuju SurgaNya, Insya Allah Aamiin :)

Sabtu, 09 Juni 2012

Something Refresh part 2 !
Hi, everybody who blessed by Allah SWT. :)
meet me again in my 2nd post.. please don't be bored to read my blog yaaa, :) hehehe
well, actually i'll continue my latest post still about in house training FK UII that i joined yesterday .
i wanna share you my
impressive experience with Dr. Taufiq Pasiak, dr., M.Pd., M.Kes.
He's so adorable person i've ever met! :D
 

Dr. Taufiq experts in neuroscience and neuroanatomy. All praises to Allah, i and medical student others had the opportunity to attend his presentation. We focused on " How to Get Achievement by Increasing The Ability of The BRAIN and SPIRITUALITY? "
Wow, he talked about Brain and spirituality!! What is the relationship between them?
Hmmm.. Really curious, aren't you? ^_^ 



Well, do you know about Ulil Albab?? Allah SWT. praised a group of people who named Ulil Albab in the holy al-quran. Their characteristics, among others mentioned in the letter of Ali-'Imran 190-191: "Verily in the sphere and the earth and the alternation of night and day are signs for ulil albab. They 're always dzikr (remember) of Allah, standing, or sitting or laying, and they're thinking about creation of the sphere and the earth ... "
In the above verses illustrated the two principal characteristics ulil albab, namely 'tafakkur' and 'dzikr'.
According to some 'ulama', there are no less than 750 verses of the Quran that talk about the nature and phenomenon which commanded the human to know and to take advantages of this nature.
So, express your dzikr and thinking :)




Dr. Taufiq said that there are 3 capacities to become ulil albab : 
1. Tafakkarun : Thingking; in medical terms we know about 'Neurobic' (the physical exercise for the memory), we can also make observation and try to analyze for stimulate the synapses of our brain. 
2. Tadzakkarun : from arabic word "dzikr" or remember (recalling process) 
3. Ta'malun : from arabic word "amal" or try to show it with behavior and attitudes that we've learned.

Ok, now we go to the effect of PRAY.
when we're sick
, Pray is like a placebo (a capsule that has the same effect with drug) and it could be source of power for patient.

To be an Extraordinary Doctor :
1. Experts the medical lesson ( Join seminar, workshop, symposium, etc) 
2. Combining ideas (integrates many books that you've read, mixed drug according to right doses) 
3. Respects others (accepts pluralism)
4. Receives ethics  (valuable person)
5. Thankful to God for simple things like breathing
  
Ok, that's all for today.. hope u receive the benefit of this post. So sorry if there are many mistakes^^
Keep appreciate
your life with thankful to Him insya Allah we'll be happy in
this world and the hereafter.. Salam Super! :)  

Something Refresh !

Hello everyone !
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)
How's your life? i hope you're always very well everyday, amiiiiin^^
Well, I'd like to share my summary of the material that i've got in house training "Development of College Student Activities".

Alhamdulillah, I'm highly thankful to Allah because everything that could be the nice life lessons for me. Ok, actually i wanna tell you: How To Be an Excellent Public Speaker ???

If you don't know about me, well actually i wanna introduce who i am first. I'm a medical student that still in 2nd semester in Islamic University of Indonesia, Jogjakarta. So you can call me "Calon Dokter" :D.
okay, we will continue.. Anyway, what is the relationship between a doctor and a public speaker?

To be a doctor is not as easy as turning the palm of the hand, certainly really really and really NOT EASY :(
because you must take a long time to read a stack of books! thousands pages to finish them :D
however, not only "Fathonah", diligent and can solve the patient's problems but also be an excellent communicator to calm the patient.
As we know, Indonesia has many doctors. So we must be 'Extraordinary Doctor' not just ordinary, but Excellent! Besides being a doctor, we can also work as a public speaker:)

These are the "recipes" how to get an Excellent Public Speaker especially for Extraordinary Doctor :
1. Become an influential person; listen first and respect or respond after
2. "Fathonah"; absolutely knowledgeable and master the concepts
3. Speak clearly; use certain grammar (proper punctuation), right intonation, articulation (correct pronunciation)
4. Full of Confidence (PeDe aja lagi!); make positive energy for audience!
5. Entertain Speaker; well grooming, eye-catching, has an excellent opening, value adding, impression closing, sense of humor (jgn garing!)
5. Friendly; good attitude, patient, neutral

okay, friends thanks a lot for read this. That's all from me.. hope u can get many advantages from my first post, sorry for the mistaken because i'll try to write in english, may be there are some or many mistakes i've made, hehe di maapin yaaak.. see you again!!  wassalam :)